KESALAHAN-KESALAHAN DALAM MELUKIS

1.      Memakai kuas yang kasar dan kering, hal ini akan menyebabkan lukisan terlihat murahan.
2.      Mengetuk-ngetuk dan mengguncang kanvas: melukis bukan bermain.
3.      Hanya berkonsentrasi pada satu bagian kanvas, semantara mengacuhkan bagian lain. Seluruh bagian kanvas harus diperhatikan.
4.      Mencampurkan cat pada kanvas. Selesaikan pencampuran warna di palet.
5.      Tidak mempelajari subjek lukisan sebelum melukis.
6.      Menggunakan terlalu banyak warna. Gunakan tiga atau empat warna bersama dengan warna putih. Mari lihat berapa variasi yang akan anda dapat.
7.      Menambahkan terlalu banyak detail. Ini akan menurunkan kualitas karya anda.
8.      Melukis sesuatu yang tidak kita ketahui dan lihat.
9.      Mencuri sedikit waktu saat melukis untuk beristirahat, memungkinkan anda untuk memenangkan diri, tetapi kemungkinan membuat anda kehilangan inspirasi awal lukisan anda.
10.  Mendengarkan orang lain saat melukis. Alangkah lebih baik melukislah sendirian semaksimal mungkin dan hindari opini dari orang lain hingga anda memperoleh inspirasi sendiri.
11.  Menggunakan terlalu sedikit cat.. Pakailah sebanyak mungkin, walaupun akhirnya anda harus membuang jika tersisa.
12.  Mengganti kuas ke ukuran yang lebih kecil. Pakailah kuas yang lebih besar selama mungkin
13.  Memakai terlalu banyak warna putih. Ini akan membuat seperti lukisan kapur dan dingin.
14.  Menambahkan bagian-bagian kecil dan potongan-potongan pada komposisi anda. Tetaplah melukis pada komposisi yang lebih besar.
15.  Memakai cat terlalu berhati-hati dan perlahan-lahan karena anda tidak mau terlalu boros memakainya. Hal ini justru akan membuat anda terlalu boros.
16.  Mengosok-gosok cat anda.
17.  Membetulkan setiap terjadi kesalahan. Lukisan adalah lukisan yang pada saat pembuatannya banyak kecelakaan dan kesalahan karena akan membuatnya lebih artistik.
18.  Terlalu banyak berfikir ketika melukis. Melukis adalah mengerjakan dan merasakan, bukan memikirkannya.
19.  Kehilangan “bentuk besar” dan nilai lukisan.
20.  Berusaha membuat lukisan seperti oranglain atau seperti lukisan lain yang anda lihat.
21.  Terlalu kuatir pada hasil.



RESEP  Kentang Goreng Mantap



1.   1 kg kentang pilih yang berbentuk lonjong dan bundar
2.   2 siung bawang putih diiris tipis
3.   1 sdm garam (atau sesuai selera)
4.   Air mentah/matang 500ml atau sampai seluruh kentang terendam sempurna.
5.   Penyedap rasa, penambah aroma, atau perasa apa saja
6.   Minyak untuk menggoreng secukupnya (tips: pakai minyak sayur biar hasilnya lebih  enak)

Cara memasak
• Kentang dikupas kulitnya kemudian dicuci dengan air bersih dan diiris memanjang
• Masukkan kentang yang telah diiris ke dalam panci, campurkan garam, bawang putih, dan air.
• Rebus hingga air dalam panci mendidih sambil diaduk. Tiriskan kentang dan siram dengan air
   dingin.
• Goreng kentang dalam minyak panas hingga hampir matang kira-kira 1–20 menit (hingga
   kentang mengeras, tapi jangan sampai kecoklatan) kemudian ditiriskan.
• Diamkan kentang yang telah digoreng tersebut hingga menjadi dingin (biasanya sekitar 1 jam), taburkan bumbu/penyedap rasa (bisa juga perasa lainnya seperti cabe bubuk) kemudian masukkan ke dalam freezer.
• Jika ingin dimasak, goreng kembali kentang tersebut sampai matang dan berwarna kuning
   kecoklatan. Angkat dan tiriskan.



Short story !!!

BROKEN OF ANGEL WINGS

                Caroline was the daughter of the sixth largest employer in New York. Her father, Daniel Smith, he was a wise and reliable to control the company. Caroline comes from a family conglomerate. But she never the happiness with the property. She lived like nothing lovely. Since the death of her mother two weeks ago, she always locked herself in the room. What a blow when she learned that the person loved her is now gone away. Criying and screaming, hitting and throwing that’s what she did. The efforts have been the way Daniel did to entertain her daughter but unfortunately all his efforts failed. 

            At might, Caroline made effort ran away from the room. Caroline string curtains for out of room to the way. She walked alonely. Criying and calling her name mother. “Marry….Marry…where are you? Don’t hide. We’re not playing hide and the curse.” She didn’t just scream but also she chuckled. 

            Meanwhile, Daniel in the home confused with Caroline. “oh god, what happened to my daughter”. He felt false with happened it. He thought if he was really protected, his wife possible Marry didn’t wanna death. He has been seek some places but nothing. The efforts  no succesed.

            During she ran away from the house, she was in a small house under the bridge which is located in the edge of the river. No anyone didn’t found her. One day, there was young man walked in edge of the river. He seem angry. What happened to him? Not long thought, he kicked the pebbles. One of pebbles touched Caroline. She was silent. She looked at John with a blank stare. The young man sat down beside her. He saw her necklace that write “CAROLINE”. “Caroline,,,is your name?”. He asked again “hello..I’m John, are you Caroline?”. She said “Caroline has death, now!”. John confused with her and left her alonely. 

            One day, he looked Caroline crying and she said “mommy,,, can you come back to life again? I was missing you.” Looked it he understand with condition her. He thought that he wanna be amuse her. The next day, Caroline sat in edge of the river. She wasn’t believed. The flowers around her. She didn’t know that John behind her. Then he said “surprise,,,the flowers for you.” She was angry to John “are you crazy? are you stupid? This time you can kidding for me. Out of my live!.” He was disappointed. He felt love to Caroline.

            The next week, Caroline was alonely without him. If she looked the flowers, she was criying. Actually in her heart she felt lose him. He always gave attends to her. She realized sadness won’t solve the problem and her mother won’t live again. She looked John in the bridge. She ran to the riverside. She smile and cried. She asked sorry to John. “I’m sorry John”. He said “never mind, now let’s me protected you to go to your home”.  

            Finally John could bring her. Daniel was happy. John asked to Caroline “Can you be my angel?”. “If my wings is broke, how about you?” answered Caroline. “I will pairing your wings, my angel.” Replied John.



ASAL USUL DESA RANDUBANGO




          Dahulu kala di suatu daerah Jawa Timur  terdapat alas yang luas penuh dengan pepohonan yang tinggi seperti pencakar langit. Semakin hari pohon tersebut tumbuh menjadi banyak  hingga memadati kawasan alas dan pohon itu adalah randu. Randu adalah pohon penghasil kapuk. Buah randu yang menghasilkan kapuk berkembang tergantung musim,jika musim panas datang maka buah yang berusia tua akan berwarna cokelat,kulit dari buah tersebut pecah dan mengeluarkan kapuk.
          Tidak hanya pohon randu saja yang menduduki alas melainkan bango yang lehernya panjang semakin membuat alas ini menawan. Pada musim hujan,bango biasanya menggembara ke sawah untuk mencari sesuatu yang biasa di konsumsinya yaitu anak katak atau penduduk biasa menyebutnya “percil”. Bango sering mengikuti petani di belakangnya untuk menemukan santapan spesialnya. Tentu saja hobi atau kebiasaan bango ini membuat petani terganggu dan bango tersebut di usir jauh-jauh dari sawah oleh petani.
Bango tidak merasa bersalah. Bango tidak segera pergi melainkan mengejar petani akhirnya terjadi sebuah peperangan kecil diantara keduanya. Petani tak mau kalah ,petani siap ambil sabit kemudian dihadapkannya ke bango dan bango seperti layaknya petangguh siap menjalarkan leher panjangnya dan  akhirnya bango kalah dan merasa takut pada petani . Kemudian   bango berlari menuju alas randu untuk bermain bersama kawan-kawan. Alas randu ini sering didatangi Bango.
Alas randu sedikit demi sedikit di tebangi untuk dijadikan daerah perkampungan oleh para penggembara dari Jawa Barat,Banten. Setelah perkampungan berkembang menjadi sebuah desa maka oleh para pembabat alas tersebut dinamakan desa Randubango berasal dari kata pohon randu dan burung bango. Para pembabat berharap kelak para pemimpin desa Randubango diharapkan berasal dari dusun Randubango. Meskipun bertempat tinggal diluar dusun Randubango,desa tersebut tetap di atas namakan desa Randubango.
Penduduk awal desa Randubando mayoritas bekerja sebagai petani dan peternak bango. Penduduk makmur dan sejahtera dengan kehidupan pada saat itu. Semakin berkembangnya penduduk wilayah semakin luas karena penduduk semakin banyak.
Berdasarkan pembicaraan dari mulut ke mulut wilayah tersebut terbagi menjadi 3 bagian yang melambangkan tubuh dari Bango. Wilayah bagian timur diibaratkan  kepala bango yang wilayahnya  diduduki oleh pemikir tokoh-tokoh masyarakat,seperti pemuka agama,pemimpin desa,pemerintahan,dll. Tokoh masyarakat tersebut adalah pemberi petunjuk atau arahan untuk membimbing dan mengatur penduduk menjalani kehidupan yang aman,nyaman dan tentram.
Sedangkan wilayah bagian tengah diibaratkan sebagai perut bango yang wilayahnya diduduki oleh para pekerja keras dimana hasil dari pekerjaan tersebut dihambur-hamburkan untuk kepuasan. Dan wilayah bagian barat diibaratkan kaki bango yang penduduk di wilayah tersebut mayoritas suka menggembara di luar untuk bekerja.
Semakin meluasnya wilayah juga karena kedatangan pendatang baru. Tetapi penduduk tersebut tidak dimasukkan dalam wilayah yang dilambangkan dengan tubuh bango sehingga Randubango sekarang menjadi tujuh belas RT.
          Kehidupan penduduk Randubango sekarang berkembang. Mata pencaharian penduduk tidak hanya bertani dan beternak melainkan profesi yang berbeda-beda seperti pedagang,pengusaha,bidan,dokter,guru. Penduduk semakin banyak. Bangunan berkembang seperti rumah sakit,sekolah,pertokoan,tempat ibadah,lapangan,rumah gedung. Dusun Randubango terletak strategis dekat stadion besar,jalan raya,rumah sakit dan restoran.
 Perkembangan dusun Randubango yang menjadi nama desa Randubango baik perkembangan manusianya maupun gedungnya dan juga perluasan daerahnya yang mampu menghidupi para penduduk seperti apa yang di katakan para pembabat alat dusun Randubango waktu dulu yaitu suatu saat wilayah ini dapat berkembang menjadi desa yang makmur.

Diberdayakan oleh Blogger.

About the author

This is the area where you will put in information about who you are, your experience blogging, and what your blog is about. You aren't limited, however, to just putting a biography. You can put whatever you please.