ASAL USUL DESA RANDUBANGO




          Dahulu kala di suatu daerah Jawa Timur  terdapat alas yang luas penuh dengan pepohonan yang tinggi seperti pencakar langit. Semakin hari pohon tersebut tumbuh menjadi banyak  hingga memadati kawasan alas dan pohon itu adalah randu. Randu adalah pohon penghasil kapuk. Buah randu yang menghasilkan kapuk berkembang tergantung musim,jika musim panas datang maka buah yang berusia tua akan berwarna cokelat,kulit dari buah tersebut pecah dan mengeluarkan kapuk.
          Tidak hanya pohon randu saja yang menduduki alas melainkan bango yang lehernya panjang semakin membuat alas ini menawan. Pada musim hujan,bango biasanya menggembara ke sawah untuk mencari sesuatu yang biasa di konsumsinya yaitu anak katak atau penduduk biasa menyebutnya “percil”. Bango sering mengikuti petani di belakangnya untuk menemukan santapan spesialnya. Tentu saja hobi atau kebiasaan bango ini membuat petani terganggu dan bango tersebut di usir jauh-jauh dari sawah oleh petani.
Bango tidak merasa bersalah. Bango tidak segera pergi melainkan mengejar petani akhirnya terjadi sebuah peperangan kecil diantara keduanya. Petani tak mau kalah ,petani siap ambil sabit kemudian dihadapkannya ke bango dan bango seperti layaknya petangguh siap menjalarkan leher panjangnya dan  akhirnya bango kalah dan merasa takut pada petani . Kemudian   bango berlari menuju alas randu untuk bermain bersama kawan-kawan. Alas randu ini sering didatangi Bango.
Alas randu sedikit demi sedikit di tebangi untuk dijadikan daerah perkampungan oleh para penggembara dari Jawa Barat,Banten. Setelah perkampungan berkembang menjadi sebuah desa maka oleh para pembabat alas tersebut dinamakan desa Randubango berasal dari kata pohon randu dan burung bango. Para pembabat berharap kelak para pemimpin desa Randubango diharapkan berasal dari dusun Randubango. Meskipun bertempat tinggal diluar dusun Randubango,desa tersebut tetap di atas namakan desa Randubango.
Penduduk awal desa Randubando mayoritas bekerja sebagai petani dan peternak bango. Penduduk makmur dan sejahtera dengan kehidupan pada saat itu. Semakin berkembangnya penduduk wilayah semakin luas karena penduduk semakin banyak.
Berdasarkan pembicaraan dari mulut ke mulut wilayah tersebut terbagi menjadi 3 bagian yang melambangkan tubuh dari Bango. Wilayah bagian timur diibaratkan  kepala bango yang wilayahnya  diduduki oleh pemikir tokoh-tokoh masyarakat,seperti pemuka agama,pemimpin desa,pemerintahan,dll. Tokoh masyarakat tersebut adalah pemberi petunjuk atau arahan untuk membimbing dan mengatur penduduk menjalani kehidupan yang aman,nyaman dan tentram.
Sedangkan wilayah bagian tengah diibaratkan sebagai perut bango yang wilayahnya diduduki oleh para pekerja keras dimana hasil dari pekerjaan tersebut dihambur-hamburkan untuk kepuasan. Dan wilayah bagian barat diibaratkan kaki bango yang penduduk di wilayah tersebut mayoritas suka menggembara di luar untuk bekerja.
Semakin meluasnya wilayah juga karena kedatangan pendatang baru. Tetapi penduduk tersebut tidak dimasukkan dalam wilayah yang dilambangkan dengan tubuh bango sehingga Randubango sekarang menjadi tujuh belas RT.
          Kehidupan penduduk Randubango sekarang berkembang. Mata pencaharian penduduk tidak hanya bertani dan beternak melainkan profesi yang berbeda-beda seperti pedagang,pengusaha,bidan,dokter,guru. Penduduk semakin banyak. Bangunan berkembang seperti rumah sakit,sekolah,pertokoan,tempat ibadah,lapangan,rumah gedung. Dusun Randubango terletak strategis dekat stadion besar,jalan raya,rumah sakit dan restoran.
 Perkembangan dusun Randubango yang menjadi nama desa Randubango baik perkembangan manusianya maupun gedungnya dan juga perluasan daerahnya yang mampu menghidupi para penduduk seperti apa yang di katakan para pembabat alat dusun Randubango waktu dulu yaitu suatu saat wilayah ini dapat berkembang menjadi desa yang makmur.

0 Responses to " "

Diberdayakan oleh Blogger.

About the author

This is the area where you will put in information about who you are, your experience blogging, and what your blog is about. You aren't limited, however, to just putting a biography. You can put whatever you please.